Logo

Kunjungi Pelabuhan Untia Makassar, Menteri KKP : Kita Akan Optimalkan Fasilitasi Sarana dan Prasarana

INFOSULAWESI.com, MAKASSAR -- Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja di Sulawesi Selatan, Kota Makassar, Jumat (18/6/2021).

Dalam kunjungannya, Menteri Sakti Wahyu meninjau sarana dan prasarana Pelabuhan Perikanan (PP) Untia Kota Makassar.

Didampingi Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman bersama Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan (Danny) Pomanto dan Kepala Pelabuhan Perikanan Untia, Asriadi.

Dihadapan Menteri, Kepala PP Untia Makassar, Asriadi memaparkan terkait potensi sumberdaya ikan yang dimiliki di PP Untia.

"Produksi ikan di pelabuhan perikanan mengalami peningkatan pada tahun lalu. Pada 2018 kami memproduksi sebanyak 2.399 ton, 2019 sempat menurun hanya 2.177 ton dan pada tahun 2020 kembali naik sebanyak 4.835 ton," ujarnya.

Hasil ikan yang diproduksi PP Untia didominasi oleh ikan Tongkol, ikan Kurisi, ikan Cakalang dan ikan Layang.

Peredaran uang di PP Untia sejak beroperasi tahun 2017-2020 sebanyak Rp508 miliar.

Asriadi juga mengungkapkan, beberapa hal yang menjadi kendala para nelayan di PP Untia.

"Kami melaporkan terkait terbatasnya lahan industri dan panjang dermaga di PP Untia. Termasuk kolam pelabuhan relatif dangkal untuk kapal perikanan. Ini yang menghambat para nelayan untuk memproduksi ikan," paparnya.

"Belum tersedianya (Instalasi pengolahan air limbah) di PP Untia, juha belum tersedia breakwater yang memadai dan belum tersedianya sarana rambu navigasi, docking dan perbengkelan," tambah Adi sapaanya.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, akan mengoptimalkan fasilitas di PP Untia.

"Saya akan mengoptimalkan fasilitas di pelabuhan Perikanan Untia, sehingga nantinya akan lebih ramai lagi aktifitas bongkar muat ikan di pelabuhan ini," terangnya.

Menurutnya, Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah yang potensial untuk pengembangan perikanan, baik untuk konsumsi dalam negeri dan lokal maupun untuk lokal.

"Saya harapkan dukungan dari pemerintah daerah, yaitu kota maupun provinsi, sangat diperlukan agar produktivitas pelabuhan ini dapat meningkat," pungkasnya. (kbrn)