Kanwil Kemenkum Sulsel Ikuti Pembinaan Teknis Kehumasan, Optimalkan Penggunaan X Sebagai Wadah Publikasi
Makassar – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mengikuti Pembinaan Teknis Kehumasan bertajuk Strategi Pengelolaan Percakapan Publik dan Isu Strategis di Platform X yang dilaksanakan secara daring. Kegiatan yang diikuti pengelola kehumasan dari seluruh Kanwil Kemenkum se-Indonesia ini menghadirkan narasumber dari platform X, Kathleen Reen selaku Head of Global Government Affairs APAC, guna memperkuat strategi komunikasi publik pemerintah di ruang digital.
Dalam pemaparannya, Kathleen Reen menekankan bahwa kesan pertama publik terhadap sebuah organisasi dimulai dari tampilan profil akun X. Oleh karena itu, profil yang informatif dan profesional menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Selain itu, ia mendorong pengelola media sosial instansi pemerintah untuk lebih aktif memproduksi konten organik, tidak hanya mengandalkan unggahan ulang (repost). Konsistensi dalam mengunggah konten pada waktu yang tepat, pemanfaatan video sebagai format yang lebih menarik, serta penggunaan satu hingga dua trending hashtags yang relevan juga menjadi strategi yang disarankan untuk meningkatkan jangkauan informasi kepada masyarakat.
Tak kalah penting, Kathleen turut memperkenalkan pemanfaatan fitur Super Grok pada akun organisasi sebagai salah satu dukungan teknologi yang dapat membantu pengelolaan percakapan publik, analisis isu strategis, hingga optimalisasi penyampaian informasi kepada masyarakat melalui platform X.
Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Kemenkum Sulsel, Meydi Zulqadri, menyampaikan bahwa pembinaan teknis tersebut memberikan wawasan baru bagi pengelola kehumasan dalam mengembangkan strategi komunikasi publik yang lebih adaptif terhadap perkembangan platform digital.
"Media sosial saat ini bukan sekadar sarana publikasi, tetapi juga ruang interaksi dengan masyarakat. Karena itu, pengelola kehumasan perlu memahami karakteristik setiap platform, termasuk X, agar informasi yang disampaikan lebih efektif, mudah dijangkau, dan mampu membangun kepercayaan publik terhadap layanan Kementerian Hukum," ujar Meydi.
Menurutnya, berbagai strategi yang disampaikan narasumber akan menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan pengelolaan media sosial Kanwil Kemenkum Sulsel, mulai dari optimalisasi profil akun, konsistensi produksi konten organik, hingga peningkatan penggunaan video sebagai media komunikasi publik.
Dalam kesempatan terpisah, Sabtu (25/7/2026), Kepala Kanwil Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, menegaskan bahwa transformasi komunikasi publik harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi dan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi.
"Kecepatan, ketepatan, dan kredibilitas informasi menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik. Karena itu, kami terus mendorong jajaran kehumasan untuk menghasilkan konten yang informatif, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memanfaatkan berbagai fitur digital secara optimal agar pelayanan informasi Kementerian Hukum semakin mudah diakses," ujar Andi Basmal.
Ia menambahkan, hasil pembinaan teknis tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas pengelolaan media sosial Kanwil Kemenkum Sulsel sehingga mampu menjadi kanal komunikasi publik yang aktif, responsif, dan efektif dalam menyampaikan berbagai program, kebijakan, serta layanan Kementerian Hukum kepada masyarakat.