Brasil Tumbang dari Norwegia, Neymar Terduduk dan Menangis di Laga yang Mungkin Terakhir

Peluit panjang yang mengakhiri laga Brasil kontra Norwegia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion New York, Senin (6/7/2026) WIB, tak hanya memastikan tersingkirnya Selecao / Foto: India Today

NEW YORK - Peluit panjang yang mengakhiri laga Brasil kontra Norwegia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion New York, Senin (6/7/2026) WIB, tak hanya memastikan tersingkirnya Selecao. Di saat yang sama, peluit itu juga memecahkan ketegaran Neymar .

Sesaat setelah Brasil takluk 1-2 dari Norwegia, Neymar berlutut di tengah lapangan. Dengan kepala tertunduk, kedua tangannya terangkat seraya memanjatkan doa sebelum akhirnya tak lagi mampu membendung air mata.

Tangisan sang bintang menjadi pemandangan paling memilukan. Rekaman emosional tersebut dengan cepat menyebar di media sosial.

Dalam video yang viral, Neymar tampak berusaha mengusap air matanya, tetapi kesedihan itu terlalu besar untuk disembunyikan. Raphinha kemudian menghampirinya dan memeluk seniornya itu, dan mencoba memberikan kekuatan di tengah kekecewaan yang mendalam.

Bagi Neymar, kekalahan itu terasa jauh lebih menyakitkan daripada sekadar tersingkir dari turnamen. Piala Dunia 2026 diyakini menjadi kesempatan terakhirnya mengejar trofi yang sepanjang karier selalu luput dari genggamannya.

Di usia 34 tahun, Neymar sebelumnya telah memberi isyarat bahwa edisi kali ini bisa menjadi penampilan terakhirnya di panggung terbesar sepak bola dunia. Ironisnya, Neymar masih sempat memberikan secercah harapan bagi Brasil.

Ketika Norwegia sudah unggul dua gol lewat Erling Haaland, Selecao mendapat hadiah penalti pada masa injury time setelah Casemiro dijatuhkan di kotak terlarang. Neymar yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan memperkecil kedudukan menjadi 1-2.

Namun, gol tersebut tak mampu mengubah nasib Brasil. Skor 1-2 untuk kemenangan Norwegia bertahan hingga peluit akhir dan memastikan langkah ke perempat final, sementara para pemain Brasil hanya bisa terdiam menerima kenyataan pahit.

Tangisan Neymar menjadi semakin emosional karena perjalanan menuju Piala Dunia 2026. Air mata yang mengalir di Stadion Seattle bukan hanya lahir dari kekalahan, tetapi juga dari perjalanan panjang yang mungkin telah mencapai garis akhirnya.

Seorang pemain yang telah memberikan begitu banyak untuk Brasil kembali harus meninggalkan Piala Dunia tanpa trofi yang selalu ia dambakan. Apakah itu menjadi penampilan terakhir Neymar di Piala Dunia masih belum bisa dipastikan.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar