Pemkab Buteng Bakal Usahakan Penambahan Kuota Siswa SRT
Buton Tengah – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) menetapkan 270 siswa sebagai peserta yang lolos seleksi Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) Tahun Ajaran 2026. Penetapan tersebut dilakukan setelah melalui proses pendataan, verifikasi, dan evaluasi bersama sesuai kuota yang diberikan Kementerian Sosial.
Kuota tersebut merupakan alokasi yang diterima Kabupaten Buteng pada tahun ajaran 2026. Keterbatasan kuota membuat tidak semua calon siswa yang telah mengikuti pendataan maupun wawancara dapat diterima.
Proses seleksi diawali dengan penjangkauan oleh Dinas Sosial Buteng bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Seluruh data kemudian diverifikasi serta dievaluasi bersama tim Person in Charge (PIC) Kementerian Sosial sebelum daftar penerima ditetapkan.
Bupati Buton Tengah, Dr Azhari, menegaskan bahwa penetapan peserta mengacu pada hasil verifikasi administrasi, kondisi sosial ekonomi, serta kriteria yang ditetapkan Kementerian Sosial.
“Masih ada calon siswa yang telah mengikuti wawancara bahkan dinilai layak, namun belum dapat diterima karena kuota yang tersedia sangat terbatas,” ujar Azhari, Kamis (9/7/2026).
Karena itu, Pemkab Buteng langsung mengajukan permohonan penambahan kuota kepada Kementerian Sosial agar lebih banyak anak di Buton Tengah dapat memperoleh kesempatan mengikuti program Sekolah Rakyat Terpadu.
Upaya tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.
Selain memperjuangkan tambahan kuota SRT, Pemkab Buteng juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar daerah ini ditetapkan sebagai lokasi rintisan Sekolah Sains dan Teknologi (SNT) Tahun Ajaran 2026.
Menurut Azhari, apabila usulan tersebut disetujui, maka calon siswa yang belum tertampung di SRT berpeluang mengikuti pendidikan melalui program rintisan SNT.
“Kami berharap Buton Tengah dapat masuk dalam program rintisan SNT tahun ini. Dengan begitu, semakin banyak anak-anak Buton Tengah yang memperoleh akses pendidikan berkualitas,” katanya.
Pemkab Buteng pun meminta masyarakat tetap bersabar dan mendukung seluruh proses yang sedang berlangsung. Pemerintah daerah memastikan akan terus memperjuangkan penambahan kuota serta membuka setiap peluang agar lebih banyak anak Buton Tengah dapat mengenyam pendidikan yang layak dan berkualitas.