Logo

Oknum Perusak Baliho Partai Gelora Palopo Minta Maaf, Budi Sada: Kami Telah Memaafkan

Lokasi tempat terjadinya terusakan spanduk/baliho Partai Gelora Kota Palopo, 13/11/2021. Foto: Partai Gelora Kota Palopo.

INFOSULAWESI.com, PALOPO -- Kasus perusakan spanduk/baliho Partai Gelora Kota Palopo di Jl. Ahmad Yani dekat Taman Kirab, kelurahan Boting, Kecamatan Wara, yang terjadi pada hari sabtu, 13 November 2021 dini hari, akhirnya menemui titik terang, setelah pengurus Partai Gelora Kota Palopo menyelidiki peristiwa ini.

Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPD Partai Gelora Palopo, Baso Haerul Samiun, saat dikonfirmasi infosulawesi.com, mengatakan "Sejatinya kasus perusakan spanduk/baliho ini akan kami laporkan pada pihak kepolisian besok hari ini senin, 15 November 2021, karena kami telah mempunyai bukti, yakni rekaman CCTV pada saat kejadian perusakan.

Namun Oknum yang mengaku sebagai perusak spanduk/baliho Partai Gelora Kota Palopo mendatangi kediaman Ketua DPD Partai Gelora Palopo, Budi Sada, disaksikan pengurus dan petugas keamanan, meminta permohonan maaf atas perbuatannya merusak baliho/spanduk.

e2e0590d-4698-4e02-ad13-817c847be787_2

Ketua DPD Partai Gelora Palopo, Budi Sada, menyatakan telah memberikan maaf kepada oknum yang melakukan perusakan spanduk/baliho ini dengan memberikan arahan, bahwa apa yang dilakukan itu tidak benar dan tidak baik, karena dapat menimbulkan prasangka buruk dan dapat merusak alam demokrasi.

Budi Sada menambahkan, hal ini juga jangan sampai terjadi lagi dikemudian hari, perusakan-perusakan atribut, baik itu bendera, baliho organisasi, partai atau apapun itu, karena semua itu perbuatan yang melanggar hukum.

Partai Gelora saat ini memang sedang sosialisasi, mengenalkan diri kepada masyarakat luas, khusus yang ada di Kota Palopo, ucap Budi Sada.

Kami akan terus mensosialisasikan diri dengan memasang spanduk/baliho disetiap satu kilometer akan kami pasang spanduk Gelora dengan tagline "mariki gabung gelora" dan mudah-mudahan kami mencapai target hingga akhir 2021 popularitas bisa kami capai 75 persen,”. tutupnya. (tsm/infosulawesi)