Wagub Idah Bekali Peserta MPLS dengan Motivasi dan Edukasi Bahaya HIV/AIDS

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat memberikan motivasi sekaligus sosialisasi soal bahaya HIV AIDS kepada para peserta MPLS siswa siswa SMA Negeri 6 Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara.

GORONTALO UTARA -- Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie membekali peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan motivasi meraih cita-cita serta edukasi mengenai bahaya HIV/AIDS di Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa (7/7/2026). Kegiatan diawali di SMA Negeri 6 Anggrek, kemudian dilanjutkan di SMA Negeri 1 Kwandang.

Di hadapan ratusan siswa baru, Idah mengajak para pelajar memanfaatkan MPLS sebagai momentum untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun pertemanan yang positif, serta menumbuhkan semangat belajar demi mewujudkan cita-cita. Menurutnya, masa SMA merupakan awal untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan menentukan arah masa depan.

“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Karena itu, belajarlah dengan sungguh-sungguh, hormati guru dan teman, jangan saling membully, serta mulai siapkan cita-cita kalian dari sekarang. Apa pun profesi yang ingin diraih, semuanya harus dipersiapkan sejak di bangku SMA,” ujar Idah.

Ia juga mengajak para siswa aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sebagai sarana mengembangkan kemampuan, memperluas pergaulan, serta membangun jiwa kepemimpinan. Pengalaman berorganisasi, menurutnya, akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan pendidikan maupun dunia kerja di masa depan.

Selain itu, Idah mengingatkan agar para pelajar bijak dalam menggunakan media sosial. Di era digital saat ini, media sosial dapat menjadi sarana untuk menambah ilmu dan wawasan, namun juga dapat memberikan dampak negatif apabila digunakan tanpa pengawasan dan pengendalian diri. Karena itu, para siswa diminta menjaga pergaulan dan tidak mudah terpengaruh oleh gaya hidup yang menyimpang.

Pada kesempatan tersebut bersama Tim KPA Provinsi Gorontalo, Idah turut menyosialisasikan pencegahan HIV/AIDS. Ia mengajak para pelajar memahami pentingnya menjaga diri melalui pergaulan yang sehat, menghindari perilaku berisiko, serta berani melakukan pemeriksaan kesehatan apabila diperlukan. Di sisi lain, masyarakat juga diajak menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).

“Jauhi virusnya, bukan orangnya. ODHIV membutuhkan dukungan, bukan dikucilkan. Mari kita jaga diri dengan pergaulan yang sehat dan bersama-sama mewujudkan Gorontalo yang sehat menuju Three Zero, yaitu nol infeksi baru HIV, nol kematian akibat AIDS, dan nol diskriminasi terhadap ODHIV,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar