Cara Sederhana Menjaga Suasana Hati

Ilustrasi Seseorang bahagia. Pexels

JAKARTA - Menjaga pola makan, rutin bergerak, dan tidur yang cukup masih menjadi cara paling efektif untuk membantu menjaga suasana hati dibanding mengandalkan minuman yang diklaim dapat meningkatkan mood, menurut ahli gizi.

Dilansir dari EatingWell, Rabu, berbagai produk yang dipasarkan sebagai mood-boosting drink memang semakin populer. Namun, para ahli mengingatkan bahwa manfaatnya belum terbukti secara konsisten untuk mengatasi stres, kecemasan, maupun perubahan suasana hati.

Meski beberapa bahan seperti L-theanine dan ashwagandha memiliki hasil penelitian yang menjanjikan, bukti tersebut diperoleh dari penelitian terhadap masing-masing bahan dengan dosis tertentu, bukan terhadap seluruh produk minuman yang dijual di pasaran.

Sebagai gantinya, para ahli menyarankan sejumlah kebiasaan sederhana yang telah didukung bukti ilmiah untuk membantu menjaga suasana hati.

Salah satunya adalah mengonsumsi makanan secara teratur. Ahli gizi Emily Van Eck mengatakan makan secara konsisten sepanjang hari merupakan cara yang sering diabaikan untuk membantu menjaga mood dan tingkat energi. Ia menyarankan mengombinasikan karbohidrat dengan protein serta lemak sehat pada setiap waktu makan.

Aktivitas fisik juga berperan dalam menjaga suasana hati. Bahkan, gerakan ringan tetap dapat memberikan manfaat apabila seseorang belum sempat berolahraga dalam durasi yang lebih lama. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan aktivitas fisik intensitas sedang selama sedikitnya 150 menit setiap pekan disertai latihan kekuatan dua hari dalam seminggu.

Tidur yang cukup juga menjadi faktor penting. Orang dewasa dianjurkan tidur sedikitnya tujuh jam setiap malam untuk membantu mengurangi stres sekaligus menjaga kesehatan mental.

Selain itu, para ahli mengingatkan agar konsumsi kafein dan alkohol tidak berlebihan. Terlalu banyak kafein dapat memicu rasa gelisah, kecemasan, dan mengganggu kualitas tidur, terutama bila dikonsumsi pada sore atau malam hari. Sementara alkohol dapat memberikan efek rileks sesaat, tetapi berpotensi menurunkan kualitas tidur dan memengaruhi suasana hati dalam jangka panjang.

Menurut para ahli, minuman mood-boosting tetap dapat menjadi pilihan bagi sebagian orang, terutama sebagai pengganti minuman beralkohol. Namun, manfaat yang dirasakan kemungkinan juga berasal dari kebiasaan berhenti sejenak untuk beristirahat dan menikmati minuman tersebut, bukan semata-mata dari kandungan bahannya.

 

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar