Fatmawati Lepas Ekspor 10,2 Ton Kemiri Luwu ke Jeddah, Perkuat Daya Saing UMKM Sulsel di Pasar Global
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga mendampingi UMKM mulai dari penguatan legalitas usaha, peningkatan kapasitas produksi, riset pasar, business matching, hingga fasilitasi keikutsertaan pada pameran internasional seperti Trade Expo Indonesia dan Anging Mammiri Business Fair.
“Ekspor bukan proses yang instan. Dibutuhkan pendampingan yang berkelanjutan agar UMKM benar-benar siap memasuki pasar global. Keberhasilan PT Onstar Pop Farm menunjukkan bahwa pendampingan yang konsisten mampu mengubah peluang menjadi transaksi nyata,” ujar Rizki.
Ia juga mengungkapkan, AMBF 2025 berhasil mencatat komitmen ekspor senilai Rp228 miliar dari 30 pembeli internasional yang berasal dari 17 negara. Hingga Juli 2026, realisasi ekspor telah mencapai sekitar Rp122,7 miliar.
Direktur PT Onstar Pop Farm Muhammad Irfandi Arwin mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan usahanya yang bermula dari fasilitas produksi sederhana di Desa Taramatekke, Kabupaten Luwu, hingga kini mampu menembus pasar internasional.
Ia mengaku semula belum memahami proses legalitas usaha maupun mekanisme ekspor. Namun melalui pendampingan Pemerintah Kabupaten Luwu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Bank Indonesia melalui Program REWAKO Ekspor, usahanya berkembang hingga memperoleh kontrak ekspor sebanyak 80 ton selama dua tahun.
“Awalnya kami hanya berproduksi secara sederhana. Alhamdulillah, melalui pembinaan dan pendampingan dari berbagai pihak, hari ini kami dapat membuktikan bahwa UMKM juga mampu mengekspor produk ke luar negeri. Semoga ini menjadi penyemangat bagi pelaku UMKM lainnya,” ungkap Irfandi.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut juga memberikan manfaat langsung bagi petani kemiri di Kabupaten Luwu karena seluruh kebutuhan bahan baku dipasok dari masyarakat setempat.
Dengan pengiriman tahap kedua ini, total realisasi ekspor PT Onstar Pop Farm telah mencapai 20,2 ton dari target 80 ton selama dua tahun. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap capaian tersebut menjadi inspirasi bagi semakin banyak UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing ekspor melalui kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. (*)