Penyaluran Bantuan Beras Juli-September 2026, Bulog Stok Dipastikan Aman
INFOSULAWESI.COM — Perum Bulog memastikan seluruh persiapan penyaluran bantuan pangan beras untuk periode Juli hingga September 2026 telah dilakukan.
Program yang menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional itu tinggal menunggu penugasan resmi sebelum distribusi dimulai.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan perusahaan telah menyiapkan stok beras sekaligus jaringan distribusi agar bantuan dapat segera diterima masyarakat begitu seluruh proses administrasi pemerintah rampung.
“Kami siap menjalankan penugasan setelah keputusan resmi diterbitkan. Persiapan stok maupun distribusi sudah tersedia,” ujar Rizal, Senin 13 Juli 2026.
Penyaluran Menunggu Persetujuan Administrasi
Meski seluruh kesiapan teknis telah dilakukan, Bulog belum dapat mulai menyalurkan bantuan karena masih menunggu penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Selain itu, proses tersebut juga bergantung pada penyelesaian dukungan anggaran pemerintah melalui mekanisme yang berlaku.
Setelah seluruh persyaratan administrasi selesai, distribusi bantuan akan langsung dijalankan sesuai jadwal.
Bulog menilai koordinasi antara pemerintah pusat, Bapanas, dan Kementerian Keuangan menjadi kunci agar penyaluran bantuan berjalan tepat waktu.
Stok Beras Nasional dalam Kondisi Aman
Bulog memastikan cadangan beras pemerintah berada pada tingkat yang memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan sekaligus menjaga stabilitas pasokan nasional.
Ketersediaan stok tersebut dinilai cukup untuk mendukung distribusi kepada jutaan keluarga penerima manfaat tanpa mengganggu kebutuhan cadangan beras pemerintah.
Selain menjaga ketersediaan pangan, langkah ini juga diharapkan mampu membantu menstabilkan harga beras di tengah dinamika pasar.
Distribusi Tahap Sebelumnya Telah Rampung
Bulog menyebut penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret 2026 telah selesai sepenuhnya.
Dengan berakhirnya distribusi tahap tersebut, perusahaan kini memusatkan perhatian pada pelaksanaan program lanjutan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan pada semester kedua tahun ini.
Persiapan dilakukan mulai dari kesiapan gudang, armada distribusi hingga koordinasi dengan pemerintah daerah agar bantuan dapat diterima masyarakat secara tepat sasaran.
Menjangkau Puluhan Juta Keluarga
Pemerintah melanjutkan program stimulus bantuan pangan sebagai bagian dari kebijakan perlindungan sosial sepanjang semester II 2026.
Program tersebut menargetkan sekitar 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di berbagai daerah. Setiap keluarga akan memperoleh 10 kilogram beras setiap bulan selama Juli, Agustus, dan September 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan bahwa kelanjutan program ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Program bantuan beras dilanjutkan selama tiga bulan untuk puluhan juta keluarga penerima manfaat,” ujar Airlangga.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat menghadapi tekanan biaya kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di berbagai daerah.