DPR Amerika Serikat Tolak Usulan Penghapusan Bantuan Militer Israel Senilai Rp59,6 Triliun

INFOSULAWESI.COM — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat memutuskan menolak usulan amandemen yang bertujuan menghapus bantuan militer tahunan kepada Israel senilai USD3,3 miliar atau sekitar Rp59,6 triliun.

Hasil pemungutan suara tersebut memastikan skema bantuan pertahanan AS kepada sekutunya di Timur Tengah tetap berlanjut.

Amandemen diajukan oleh anggota Partai Republik, Thomas Massie, yang mengusulkan agar anggaran bantuan militer tersebut dihapus dari kebijakan pendanaan pemerintah.

Namun, mayoritas anggota DPR AS memilih mempertahankan kebijakan yang telah berjalan selama bertahun-tahun.

Dalam proses pemungutan suara, 314 anggota menolak amandemen, sementara 104 anggota mendukung dan 10 anggota lainnya memilih abstain.

Dukungan dan Penolakan Terbelah

Hasil pemungutan suara menunjukkan perbedaan sikap di antara anggota parlemen dari dua partai besar di Amerika Serikat.

Pemimpin Fraksi Demokrat di DPR AS, Hakeem Jeffries, termasuk di antara anggota yang memberikan suara menolak usulan tersebut.

Di sisi lain, Ketua Fraksi Demokrat Katherine Clark, bersama lebih dari seratus anggota Demokrat lainnya, serta pengusul amandemen Thomas Massie, memberikan dukungan terhadap upaya penghapusan bantuan militer tersebut.

Perbedaan pandangan itu mencerminkan semakin intensnya perdebatan politik di Amerika Serikat mengenai arah kebijakan luar negeri, khususnya terkait hubungan strategis dengan Israel.

Bantuan Militer Kembali Jadi Sorotan

Bantuan militer Washington kepada Israel kembali menjadi perhatian di tengah berlanjutnya konflik di Jalur Gaza. Kebijakan tersebut selama ini menuai kritik dari berbagai kalangan yang menilai dukungan militer AS memiliki dampak terhadap eskalasi konflik di kawasan.

Dalam laporannya, Anadolu menyebut pemungutan suara tersebut menjadi salah satu agenda penting DPR AS terkait pembahasan anggaran pertahanan dan kebijakan luar negeri.

Konflik di Jalur Gaza yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 terus memicu perhatian dunia internasional.

Berbagai organisasi kemanusiaan dan sejumlah negara berulang kali menyerukan upaya penghentian kekerasan serta perlindungan terhadap warga sipil.Meski muncul dorongan dari sebagian anggota parlemen untuk mengevaluasi bantuan militer kepada Israel, hasil pemungutan suara terbaru menunjukkan mayoritas anggota DPR Amerika Serikat masih mempertahankan komitmen pendanaan tersebut.

Perkembangan ini diperkirakan akan terus menjadi bagian dari perdebatan politik di Washington seiring dinamika konflik di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar