Diabetes dengan Risiko Gagal Ginjal, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya Sejak Dini

INFOSULAWESI.COM -- Diabetes melitus tidak hanya berdampak pada kadar gula darah, tetapi juga dapat memicu berbagai komplikasi serius, salah satunya gagal ginjal.

Kondisi ini menjadi ancaman kesehatan yang sering berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala pada tahap awal.

Dalam dunia medis, kerusakan ginjal akibat diabetes dikenal sebagai nefropati diabetik.

Penyakit ini terjadi ketika kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama merusak pembuluh darah kecil di dalam ginjal.

Akibatnya, kemampuan ginjal untuk menyaring limbah dan cairan dari dalam tubuh terus menurun.

Ginjal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, hingga membuang zat sisa metabolisme melalui urine.

Ketika organ ini mengalami kerusakan, berbagai fungsi tubuh dapat ikut terganggu.

Dokter spesialis penyakit dalam umumnya menegaskan bahwa pengendalian kadar gula darah merupakan langkah utama untuk mencegah komplikasi ginjal.

“Semakin baik gula darah terkontrol, semakin kecil risiko kerusakan ginjal yang terjadi,” ujar salah satu dokter spesialis penyakit dalam, Kamis 16 Juli 2026.

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Gagal Ginjal?

Pada penderita diabetes, kadar glukosa yang terus tinggi membuat pembuluh darah halus di ginjal bekerja lebih keras.

Lama-kelamaan, struktur penyaring ginjal mengalami kerusakan sehingga protein yang seharusnya tetap berada di dalam darah mulai bocor ke urine.

Jika kondisi tersebut dibiarkan tanpa pengobatan, fungsi ginjal akan terus menurun hingga mencapai gagal ginjal kronis.

Pada stadium lanjut, pasien bahkan dapat memerlukan terapi cuci darah atau transplantasi ginjal.

Tanda-Tanda Kerusakan Ginjal yang Perlu Diwaspadai

Sayangnya, kerusakan ginjal akibat diabetes sering tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal.

Namun, beberapa gejala dapat muncul ketika fungsi ginjal mulai menurun, antara lain:

  • Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau wajah.
  • Tubuh mudah lelah dan lemas.
  • Frekuensi buang air kecil berubah.
  • Tekanan darah sulit dikendalikan.
  • Nafsu makan menurun.
  • Mual atau muntah pada kondisi yang lebih berat.

Karena gejalanya tidak selalu jelas, pemeriksaan fungsi ginjal secara rutin sangat dianjurkan bagi penyandang diabetes.

Faktor yang Memperbesar Risiko

Tidak semua penderita diabetes mengalami gagal ginjal. Namun, risikonya meningkat apabila disertai beberapa faktor berikut:

  • Gula darah tidak terkontrol dalam waktu lama.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Kolesterol tinggi.
  • Kebiasaan merokok.
  • Obesitas.
  • Riwayat keluarga dengan penyakit ginjal.

Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki, semakin besar peluang terjadinya komplikasi ginjal.

Cara Mencegah Gagal Ginjal Akibat Diabetes

Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menjaga fungsi ginjal tetap optimal. Beberapa upaya yang dapat dilakukan meliputi:

  • Menjaga kadar gula darah sesuai target yang dianjurkan dokter.
  • Mengontrol tekanan darah secara rutin.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan membatasi gula, garam, dan lemak berlebih.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Menghindari rokok dan minuman beralkohol.
  • Memeriksa fungsi ginjal secara berkala melalui tes urine dan pemeriksaan darah.

Selain itu, pasien diabetes juga disarankan tidak mengonsumsi obat-obatan tertentu tanpa petunjuk tenaga medis karena beberapa jenis obat dapat memperberat kerja ginjal.

Pentingnya Deteksi Dini

Banyak kasus gagal ginjal dapat diperlambat apabila kerusakan diketahui sejak dini.

Oleh karena itu, penderita diabetes sebaiknya menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin meski tidak merasakan keluhan.

Dengan pengelolaan diabetes yang baik, pola hidup sehat, dan pemeriksaan berkala, risiko komplikasi serius pada ginjal dapat ditekan sehingga kualitas hidup tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar