Bahasa Mongondow Alami Degradasi, Pemkot Ajak Ayo Kembali Lestarikan

Asisten Satu Bidang Pemerintahan, Sahaya Mokoginta, S.STP. ME.

INFOSULAWESI.com KOTAMOBAGU - Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, kembali mencanangkan agar penggunaan bahasa Mongondow wajib digunakan saat beraktivitas di perkantoran khususnya di Hari Kamis.

Hal ini merupakan gerakan pelestarian bahasa daerah demi mempertahankan budaya Mongondow yang saat ini sudah mengalami degradasi terutama dikalangan generasi muda.

Demikian terlihat saat dilaksanakan Apel Pagi di lingkungan Pemkot Kotamobagu, dimana Asisten Satu Bidang Pemerintahan, Sahaya Mokoginta, S.STP. ME., nampak menggunakan bahasa Mongondow saat memberikan instruksi dan sambutan terhadap seluruh ASN yang hadir.

"Igai kita komintan mopoponik syukur kon Tayowon Allah Subhanahu Wata'ala atas barakat, badan mo sehat...

(Mari kita semua memanjatkan Puji Syukur Kepada Allah SWT atas beberkahan kesehatan badan kita)..." ujar Sahaya, 

Pentingnya mempertahankan bahasa budaya daerah untuk digunakan sehari-hari bukan tanpa alasan. Hal ini juga sehubungan dengan Pemkot Kotamobagu yang dipimpin Walikota dr. Wenny Gaib, SpM. dan Wakil Walikota Rendy Virgiawan Mangkat, SH.MH., pernah menerima penghargaan Internasional lantaran mampu membangun dan melestarikan karya budaya daerah Kota Kotamobagu hingga dikenal dimata dunia.

"Itoi naton Ki Wali Kota Dokter Wenny Gaib bo ki Wakil Wali Kota naton Rendy V. Mangkat... nonongganut kon itoi minta in adat nogusul kon Pomarentah Pusat... Alhamdulillah, Tarian Dana-Dana bo Bahasa Mongondow nobalik budel (Warisan) Budaya Bangsa Indonesia, 

(Pemimpin Kita Walikota dr. Wenny Gaib dan Wakil Walikota Rendy Virgiawan Mangkat, telah menunjukan kepada seluruh petinggi karena adat dan Pemerintah Pusat... Alhamdulillah, Tarian Dana-Dana dan Bahasa Mongondow telah menjadi warisan Budaya Bangsa Indonesia," ungkapnya bangga.

Pemerintah Pusat secara resmi telah menetapkan Tari Dana-Dana dan Bahasa Mongondow sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Bangsa Indonesia.

Sahaya juga mengajak kepada seluruh ASN untuk senantiasa menggunakan bahasa daerah dalam menjalankan aktivitas kesehariannya.

"Jadi mulai kon singgai tana'a, inggai kita komintan salalu pa tumo Mongondow... Ko'onda Umpaka kon kantor, sikola, ko ondaka dika bi' mo oya' tu mo Mongondow pa kita," 

(Jadi mulai hari ini, mari kita semua untuk selalu menggunakan bahasa Mongondow dimana saja kita berada, baik di kantor, Sekolah, pokoknya dimana saja dan jangan malu berbahasa Mongondow," tegas Sahaya.

 

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar