Hilang Kontak di Teluk Tomini, Kapal KN SAR Bhisma Dikerahkan Cari 11 Wisatawan Asing dan 2 Nakhoda
INFOSULAWESI.COM, PALU -- Operasi pencarian dan pertolongan kembali dilakukan menyusul hilangnya kontak perahu motor yang mengangkut belasan penumpang di perairan Teluk Tomini, Sulawesi Tengah. Badan SAR Nasional (Basarnas) mengerahkan kapal khusus KN SAR Bhisma guna mempercepat proses pencarian 13 penumpang yang belum ditemukan. Langkah ini diambil setelah perahu tersebut dilaporkan tak kunjung tiba di lokasi tujuan sejak Jumat (24/7/2026).
"Tim SAR gabungan diberangkatkan dari Pelabuhan Luwuk menuju perairan Teluk Tomini mencari para korban," kata Kepala Kantor SAR Palu Muh Rizal di Palu, Sabtu. Kapal KN SAR Bhisma mengangkut 13 personel lengkap dengan peralatan pendukung operasi pencarian. Keberangkatan dilakukan dari Kabupaten Banggai pada pukul 09.40 Wita dengan estimasi tiba di lokasi sekitar pukul 19.40 Wita.
Perahu motor tersebut sebelumnya berangkat dari Una-Una Dive Resort menuju Pelabuhan Marisa, Provinsi Gorontalo. Rombongan terdiri atas 11 wisatawan asing dan dua nakhoda yang berangkat sekitar pukul 07.30 Wita. Perjalanan tersebut semula diperkirakan rampung pada pukul 11.00 Wita sesuai jadwal keberangkatan.
Kekhawatiran mulai muncul ketika rombongan belum juga tiba di tujuan hingga sore hari. "Hingga pukul 15.00 Wita rombongan belum tiba, lalu pemandu wisata berinisiatif melaporkan kejadian itu ke Kantor SAR Gorontalo untuk melakukan pencarian," ujarnya. Kantor SAR Palu merespons laporan tersebut dengan mengirimkan tim gabungan pada hari kedua operasi pencarian.
Tim yang diberangkatkan dari Sulawesi Tengah bergabung dengan tim rescue yang telah lebih dulu bergerak di lokasi. "Tim gabungan kami berangkatkan membantu pencarian yakni personel Pos SAR Luwuk, personel KN SAR Bhisma dan personel Polaurud Polres Banggai membawa alat komunikasi, peralatan medis dan peralatan evakuasi," kata Rizal. Adapun identitas 13 penumpang tersebut yakni Ferdiansyah, Arif, Milan Kasik, Rani Permentier, Mathijs Sercu, Jelka Van Driesum, Hinke Van Deer, Roeland Van Driesum, Age Van Driesum, Matthias Prange, Celine Josette Menguy, Hector Fabio Prange, dan Ronny Josue Prange. Operasi pencarian terhadap seluruh korban masih terus berlangsung hingga saat ini.