Sinergi Pemkot Palu dan BTN: Tabungan Pelajar Hingga Digitalisasi Pembayaran Publik
PALU - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, menanamkan budaya menabung sejak dini melalui program tabungan pelajar sebagai bagian dari upaya membangun literasi keuangan bagi generasi muda.
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid di Palu, Senin, mengatakan Pemkot Palu mewajibkan setiap pelajar memiliki tabungan sebesar Rp2.000 per hari sebagai bagian dari upaya membiasakan perencanaan keuangan sejak usia sekolah.
“Kami ingin membangun kebiasaan menabung sejak dini. Orang tua harus mulai memikirkan masa depan anak-anaknya, karena menabung merupakan investasi yang sangat penting untuk masa depan,” katanya.
Ia menjelaskan dana tabungan tersebut dirancang tidak dapat ditarik selama sembilan tahun, yakni sejak anak berada di bangku sekolah dasar hingga menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama.
Menurut dia, skema tersebut diharapkan mampu membangun kebiasaan menabung secara konsisten sejak usia dini sekaligus mendorong peserta didik memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Program tersebut juga bertujuan menumbuhkan budaya hidup hemat serta memberikan bekal keuangan kepada peserta didik setelah menyelesaikan pendidikan di sekolahnya.
“Program ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya gemar menabung di kalangan pelajar sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya perencanaan keuangan untuk masa depan pendidikan anak,” katanya.
Ia menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan jajaran Direksi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di Rumah Jabatan Wali Kota Palu.
Menurut Hadianto, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga perbankan diperlukan untuk mendukung berbagai program pembangunan, termasuk peningkatan literasi keuangan masyarakat dan pemanfaatan layanan keuangan digital.
Dalam pertemuan tersebut, selain membahas program tabungan pelajar, Pemerintah Kota Palu dan BTN juga mendiskusikan penguatan digitalisasi sistem pembayaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan publik dan memperluas inklusi keuangan di daerah.
Pembahasan meliputi peluang kerja sama dalam memperluas penggunaan transaksi non-tunai pada layanan publik, meningkatkan inklusi keuangan masyarakat, serta mempercepat implementasi ekosistem pembayaran digital di berbagai sektor.
Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak membahas peluang kerja sama lanjutan antara Pemerintah Kota Palu dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dalam penguatan layanan perbankan serta dukungan terhadap berbagai program strategis pemerintah daerah.