Disdik Makassar Imbau Sekolah Segera Perbarui Data Siswa untuk SPMB 2026 Jelang SPMB 2026
MAKASSAR — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar mengimbau seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Makassar untuk segera melakukan pemutakhiran data peserta didik melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang terintegrasi dengan Kementerian Pendidikan.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 agar seluruh data siswa, termasuk Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), akun belajar.id, dan profil peserta didik, tercatat valid dalam sistem pusat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan bahwa sinkronisasi data menjadi fondasi utama dalam mewujudkan layanan pendidikan yang tertib, akurat, dan terintegrasi secara digital.
“Kami mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk memastikan data siswa, khususnya peserta didik kelas akhir, telah diperbarui dan disinkronkan melalui Dapodik,” ujar Achi, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, validitas data akan menentukan keterbacaan NISN peserta didik dalam sistem SPMB 2026 sehingga proses pendaftaran dapat berjalan lancar tanpa kendala administrasi.
Achi juga menekankan pentingnya peran operator sekolah dalam melakukan sinkronisasi data secara berkala agar setiap pembaruan dapat langsung terintegrasi dengan sistem pusat.
Selain itu, masyarakat diimbau agar hanya mengakses informasi resmi melalui kanal digital milik Disdik Kota Makassar. Untuk memudahkan layanan informasi, Disdik telah menyediakan media sosial resmi disdik.kotamksr, QR code pada laman resmi, hingga tautan layanan informasi terkait SPMB 2026.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran pelaksanaan SPMB, Disdik Kota Makassar juga menyediakan grup Telegram resmi sebagai sarana pembaruan informasi sekaligus kanal pengaduan bagi masyarakat yang mengalami kendala teknis selama proses pendaftaran.
“Persiapan sejak awal sangat penting agar proses pendaftaran tidak terkendala,” tambah Achi.
Ia menegaskan, seluruh proses SPMB 2026 dirancang lebih transparan, akuntabel, dan terintegrasi melalui sistem digital Lontara+ yang memungkinkan masyarakat memantau tahapan pendaftaran secara lebih mudah dan real time.
Pemerintah Kota Makassar berharap berbagai langkah penguatan sistem tersebut dapat mendorong pelaksanaan SPMB 2026 berjalan lebih tertib, efisien, inklusif, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kota Makassar.
Disdik Kota Makassar juga mengimbau orang tua peserta didik untuk menyiapkan dokumen administrasi sejak dini, seperti akta kelahiran, Kartu Keluarga, KTP orang tua, serta ijazah atau surat keterangan lulus dalam format digital agar proses unggah dokumen berjalan lancar.
“Kami mengajak seluruh orang tua untuk memastikan seluruh dokumen telah lengkap dan siap diunggah sebelum tahapan pendaftaran dimulai,” tegasnya.
Sementara itu, Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana, menjelaskan bahwa sistem SPMB Lontara+ menggunakan data NISN yang bersumber langsung dari Kementerian Pendidikan.
Karena itu, setiap sekolah diwajibkan memastikan seluruh data siswa telah dilaporkan dan diperbarui melalui sistem Dapodik agar dapat tersinkronisasi dengan sistem pusat.
“Kami telah melakukan penelusuran terkait kendala NISN yang tidak ditemukan saat proses pendaftaran. Data yang digunakan bersumber dari Kementerian Pendidikan sehingga sekolah wajib memastikan pelaporan data dilakukan secara lengkap,” jelas Gita.
Pemerintah Kota Makassar saat ini juga tengah mengidentifikasi sejumlah sekolah yang belum melakukan pembaruan data secara menyeluruh untuk segera didorong melakukan sinkronisasi.
Gita mengungkapkan, simulasi SPMB 2026 yang berlangsung pada 13–14 Mei 2026 masih menemukan sejumlah kendala teknis. Karena itu, masa simulasi untuk jenjang TK, SD, dan SMP diperpanjang hingga 21 Mei 2026 guna mendukung penyempurnaan sistem.
Selain persoalan NISN, sebagian masyarakat juga masih mengalami kebingungan terkait mekanisme login menggunakan NISN dalam sistem pendaftaran.
Dalam skema yang diterapkan, peserta didik yang NISN-nya telah terdaftar akan otomatis memperoleh akun berupa username dan password untuk mengakses sistem. Sementara calon peserta didik yang belum terdaftar diwajibkan melakukan registrasi terlebih dahulu melalui formulir yang tersedia.
“Masih terdapat masyarakat yang belum memahami alur login. Karena itu, kami terus melakukan penyempurnaan agar sistem lebih mudah dipahami dan lebih human-centered,” ujarnya.
Tim teknis Disdik Makassar juga telah melakukan berbagai penyesuaian alur pendaftaran berdasarkan masukan masyarakat agar sistem lebih sederhana dan mudah digunakan oleh orang tua maupun peserta didik.
Dalam aspek infrastruktur digital, Pemkot Makassar melalui Disdik turut memperkuat sistem server untuk mengantisipasi lonjakan akses selama proses SPMB berlangsung.
Salah satu langkah yang dilakukan ialah pemisahan server berdasarkan jenjang pendidikan guna mengurangi potensi gangguan sistem saat trafik pengguna meningkat.
“Pemecahan server dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan akses agar sistem tetap stabil. Kami juga telah melakukan uji ketahanan sistem sebanyak tiga kali dengan simulasi beban pengguna yang lebih besar,” tutup Gita.