Menyongsong HUT ke-25 Partai Demokrat, Frederik Kalalembang Tegaskan: Pengabdian Tidak Menunggu 2029, Demokrat Harus Selalu Hadir untuk Rakyat

Irjen Pol (P) Drs.Frederik Kalalembang, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat

INFOSULAWESI.COM, JAKARTA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Frederik Kalalembang, Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak boleh bersifat musiman ataupun dilakukan hanya menjelang pesta demokrasi.

Menurut Frederik, kehadiran seorang wakil rakyat harus dapat dirasakan masyarakat setiap saat sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah yang telah diberikan oleh rakyat.

“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa kehadiran saya di tengah-tengah kalian bukan karena Pemilu Legislatif 2029 mulai mendekat. Saya hadir karena memegang teguh amanah dan kepercayaan yang telah diberikan masyarakat, khususnya Sahabat JFK, sejak Pemilu 2024. Kepercayaan itu adalah kehormatan yang harus saya jaga dengan terus bekerja, mendengar, dan berjuang bersama rakyat,” ujar Frederik.

JFK, SBY dan Mas Ibas

Ia menegaskan bahwa Partai Demokrat selama 25 tahun telah membuktikan diri sebagai partai yang berlandaskan nilai-nilai nasionalis, religius, dan demokratis, serta terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa.

Ketua Umum Demokrat AHY Bersama JFK

Menurut Frederik, di bawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Partai Demokrat terus menunjukkan langkah-langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas kader, dan memperluas pengabdian kepada masyarakat.

“Kepemimpinan Mas AHY memberikan optimisme baru bagi seluruh kader. Karena itu, kita harus terus menyosialisasikan program, kerja nyata, dan perjuangan Partai Demokrat agar masyarakat semakin memahami bahwa Demokrat adalah partai yang selalu hadir untuk rakyat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Frederik juga memperkenalkan strategi yang selama ini ia dorong, yaitu JFK (Jaringan, Finansial, dan Keamanan).

Menurutnya, keberhasilan perjuangan politik memerlukan jaringan yang luas, dukungan sumber daya yang memadai, serta situasi keamanan yang kondusif.

“Jaringan harus terus kita bangun, baik dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, maupun seluruh elemen bangsa. Dari jaringan akan lahir kolaborasi. Dengan dukungan finansial, berbagai program dapat dijalankan. Sementara keamanan merupakan fondasi agar seluruh aktivitas pembangunan dan pelayanan masyarakat dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Frederik menilai ketiga unsur tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh kader Partai Demokrat untuk terus menjaga semangat persaudaraan, membangun komunikasi yang baik, dan mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Kita harus menjadi kader yang dikenal karena integritas, kepedulian, dan kerja nyatanya. Jangan menunggu masyarakat datang kepada kita, tetapi kitalah yang harus hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi mereka, dan memperjuangkannya,” ujarnya.

Frederik menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal terbesar dalam perjuangan politik. Karena itu, kepercayaan tersebut harus dijaga melalui konsistensi, integritas, dan pengabdian yang berkelanjutan.

“Saya ingin menyampaikan satu pesan kepada seluruh masyarakat dan Sahabat JFK. Jangan pernah merasa sendiri ketika menghadapi persoalan. Jangan pernah melupakan saya apabila ada masalah. Selama itu demi kepentingan masyarakat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, saya akan selalu berusaha hadir, mendengar, dan memperjuangkannya,” tegasnya.

Menurut Frederik, seorang wakil rakyat harus menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari persoalan.

“Oleh karena itu, saya ingin terus menjadi bagian dari solusi. Insya Allah, selama Tuhan masih memberikan kesehatan dan masyarakat masih memberikan kepercayaan kepada saya, saya akan terus mengabdi untuk kepentingan rakyat,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh kader Partai Demokrat menjadikan HUT ke-25 sebagai momentum memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui kerja nyata, persatuan, dan semangat gotong royong.

Menutup pernyataannya, Frederik kembali menegaskan komitmennya untuk selalu membuka ruang komunikasi dengan masyarakat.

“Kalau ada persoalan, jangan ragu untuk menghubungi dan menyampaikan kepada saya. Ingat satu hal, Jenderal Frederik Kalalembang atau JFK harus hadir sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat. Mari kita terus bekerja, terus mengabdi, menjaga kepercayaan rakyat, dan bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju, adil, sejahtera, dan bermartabat,” tutupnya.

Momentum HUT ke-25 Partai Demokrat, lanjut Frederik, harus menjadi pengingat bahwa politik adalah jalan pengabdian. Menurutnya, pengabdian tidak dimulai ketika pemilu sudah dekat, melainkan sejak rakyat memberikan kepercayaan kepada seorang pemimpin.

“Pengabdian Tidak Menunggu 2029.”

Dirgahayu Partai Demokrat ke-25. Demokrat Harus Selalu Hadir untuk Rakyat.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar