Hari Kebaya Nasional 2026: Ketika Busana Tradisional Menemukan Kehidupan Baru
INFOSULAWESI.COM -- Kebaya yang dahulu lebih sering dikenakan saat pernikahan, wisuda, upacara adat, dan acara resmi kini mulai hadir dalam keseharian perempuan Indonesia. Busana tradisional itu dipadukan dengan celana panjang, blazer, rok kasual, hingga dikenakan sebagai luaran untuk bekerja dan beraktivitas. Perubahan cara berpakaian tersebut mewarnai peringatan Hari Kebaya Nasional yang jatuh hari ini, Jumat, 24 Juli 2026. Kebaya tidak lagi sekadar disimpan sebagai warisan keluarga, tetapi mulai digunakan sebagai bagian dari gaya hidup modern.
Aktris Asri Welas menilai perkembangan zaman tidak membuat kebaya kehilangan relevansinya di tengah masuknya berbagai tren mode global. Menurut dia, busana tradisional tetap bisa tampil modern selama nilai budaya yang melekat di dalamnya tidak ditinggalkan. “Kebaya itu bukan kekunoan tapi kekinian,” kata Asri, Rabu (22/07/26). Ia juga masih menyimpan dan menggunakan kembali kebaya milik ibu serta neneknya karena setiap pakaian membawa desain, sejarah, dan cerita keluarga yang berbeda.
Perubahan terbesar tidak selalu terletak pada bentuk kebayanya, melainkan pada cara pemakai memadukannya dengan pakaian lain. Penata busana Hagai Pakan mengatakan kebaya klasik kini dapat digunakan bersama jeans, celana bahan, kemeja, maupun blazer. “Ada juga yang dipakai sehari-hari dijadikan outer,” ujar Hagai. Padu padan tersebut membuat kebaya dapat dikenakan ke kantor dan berbagai kegiatan harian tanpa harus terlihat terlalu resmi.
Menurut Hagai, generasi muda tidak perlu terikat aturan kaku ketika memilih warna, motif, atau pasangan busana untuk kebaya. Kenyamanan dan kepercayaan diri menjadi kunci agar kebaya tidak terasa seperti kostum yang hanya dipakai pada perayaan tertentu. Bahan pakaian juga perlu disesuaikan dengan tempat dan aktivitas, terutama ketika kebaya digunakan di luar ruangan atau dalam waktu lama. Pendekatan tersebut membuka ruang bagi setiap pemakai untuk menampilkan karakter pribadi tanpa menghilangkan bentuk dasar kebaya.
Transformasi kebaya juga terlihat di ruang publik menjelang peringatan tahun ini. Sekitar 1.000 perempuan mengikuti parade kebaya di kawasan Jembatan Ampera, Palembang, dengan memadukan kebaya, kain songket, dan gaya kasual anak muda. Di Jakarta, komunitas Kebaya Menari mengenakan kebaya sambil menampilkan tarian di kawasan hari bebas kendaraan bermotor Sarinah. Kehadiran kebaya di jalan, ruang kerja, dan kegiatan komunitas memperlihatkan bahwa pelestarian tidak harus selalu dilakukan melalui seremoni formal.
Pemerintah menetapkan 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023. Tanggal itu dipilih dengan merujuk pada Kongres Wanita Indonesia X yang dihadiri Presiden Soekarno dan para perempuan berkebaya. Pemerintah menempatkan kebaya sebagai identitas nasional yang melintasi kelompok etnis dan telah digunakan dalam berbagai kegiatan di dalam maupun luar negeri. Hari Kebaya Nasional tidak ditetapkan sebagai hari libur, tetapi sebagai momentum meningkatkan kesadaran masyarakat untuk merawat dan menggunakan kebaya.
Kebaya kemudian masuk dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO pada 2024 melalui pengajuan bersama Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Pengakuan tersebut tidak hanya mencakup pakaian, tetapi juga pengetahuan memilih bahan, proses pembuatan, keterampilan menjahit, sulaman, dan tradisi pemakaiannya. Keahlian itu selama bertahun-tahun diwariskan melalui keluarga dan komunitas dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Pengakuan dunia tersebut sekaligus memperkuat kebutuhan untuk menjaga kebaya tetap hidup melalui penggunaan nyata.
Peringatan Hari Kebaya Nasional akhirnya tidak harus dirayakan dengan membeli pakaian baru atau menunggu undangan pesta. Kebaya lama dapat kembali digunakan dengan padu padan yang lebih nyaman dan sesuai kebutuhan pemakainya. Ketika kebaya hadir di kantor, kampus, transportasi umum, kafe, dan ruang publik, busana tersebut tidak kehilangan nilai tradisinya, tetapi justru menemukan kehidupan baru. Dari ikon budaya yang identik dengan acara resmi, kebaya kini berkembang menjadi gaya hidup modern tanpa meninggalkan cerita yang diwariskan di balik setiap helainya.