Alhamdulillah Tiga Tahun, Bismillah Tahun Keempat
By: Lukman Hamarong
Hari ini, Jumat, 17 Juli 2026, tepat tiga tahun saya diberi amanah sebagai Kepala UPT Pengelolaan Objek Wisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Luwu Utara.
Bagi saya, ini adalah fase pengabdian yang tidak mudah, karena masih banyak mimpi dan harapan yang belum terpenuhi di tengah langkah pengabdian yang kini telah memasuki tahun keempat.
Momentum ini bukan sekadar hitungan angka di atas kalender birokrasi, melainkan sebuah ruang refleksi mendalam tentang tanggung jawab, dedikasi, serta kecintaan saya kepada Luwu Utara.
Kehidupan birokrasi adalah proses perjalanan yang membawa seseorang untuk datang dan pergi. Datang membawa ekspektasi dan mimpi, serta pergi meninggalkan kata maaf dan terima kasih.
Kalimat ini menjadi jangkar filosofis yang mewarnai setiap langkah pengabdian saya di lapangan. Menakhodai entitas teknis bernama UPT Pengelolaan Objek Wisata bukanlah perkara instan.
Kita dituntut memenuhi ekspektasi publik demi terwujudnya mimpi daerah yang unggul dan maju melalui sektor pariwisata, dan penerapan tata kelola yang adaptif terhadap digitalisasi layanan.
Saya berprinsip bahwa esensi dari sebuah pengabdian adalah memperbanyak rasa syukur, karena yang terpeting dari sebuah pengabdian itu sendiri adalah ketulusan dan rasa tanggung jawab.
Memasuki tahun keempat di UPT Pariwisata, saya mesti menjaga ritme kerja di tengah dinamisnya tuntutan pelayanan publik yang membutuhkan formula sederhana, namun sangat fundamental.
Kombinasi antara rasa syukur dan tanggung jawab inilah yang kemudian mengilhami saya untuk tetap berdiri tegak, kemudian melangkah bijak, demi sebuah proses pencapaian yang lebih baik.
Kini, setiap langkah yang saya ambil bukan lagi tentang pencapaian diri sendiri, melainkan tentang bagaimana saya bisa membawa dampak positif bagi teman-teman dan lingkungan di sekitar saya.
Memasuki tahun keempat ini, saya masih memiliki mimpi untuk tetap menghidupkan ekspektasi, merawat integritas, serta menjaga harmoni agar seluruh perangkat UPT tetap saling bertautan.
Menjaga api tetap menyala di tahun-tahun awal penugasan adalah hal biasa. Namun, memastikan nyala api tetap menerangi di tahun keempat ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa.
Hal ini yang menjadi komitmen kami untuk memastikan seluruh perangkat UPT berjalan optimal, responsif, serta siap untuk menghadapi segala tantangan yang selalu saja muncul di depan kita.
Saya menyadari bahwa jabatan adalah koridor pengabdian sementara. Di mana warisan terbaik yang ditinggalkan kelak adalah rekam jejak yang bersih serta relasi kemanusiaan yang hangat.
Setiap hari kerja, baik di dalam ruang kantor maupun saat mengawal kegiatan di lapangan, adalah bagian dari komitmen bersama untuk selalu memastikan bahwa amanah berjalan dengan baik.
Perjalanan memang masih berlanjut, tetapi komitmen untuk menjadi lebih baik harus senantiasa dipupuk. Kita harus selalu hidup dengan optimisme demi kemajuan pariwisata Luwu Utara. (LHr)