Cara Mengamankan Akun WhatsApp agar Tidak Mudah Dibajak, 6 Langkah Ini Sering Diabaikan

INFOSULAWESI.COM -- WhatsApp kini bukan sekadar aplikasi untuk bertukar pesan. Di dalamnya tersimpan percakapan pribadi, foto, dokumen, kontak, hingga berbagai informasi penting yang terhubung dengan kehidupan sehari-hari.

Karena itu, akun WhatsApp menjadi salah satu target yang perlu dijaga. Banyak pengguna baru menyadari pentingnya keamanan setelah akun mereka mengalami masalah, mulai dari kode verifikasi yang diminta orang lain hingga akun yang tiba-tiba digunakan tanpa izin.

Kabar baiknya, ada sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk memperkuat keamanan akun WhatsApp tanpa harus menggunakan aplikasi tambahan.

1. Jangan Pernah Berikan Kode Verifikasi
Kode verifikasi WhatsApp merupakan salah satu informasi paling penting dalam proses masuk ke akun. Kode tersebut seharusnya hanya diketahui oleh pemilik nomor.

Jika ada orang yang mengaku sebagai teman, petugas, admin, atau pihak tertentu lalu meminta kode verifikasi, pengguna sebaiknya tidak memberikannya.

“Jangan pernah membagikan kode verifikasi kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai pihak resmi,” ujar pemerhati keamanan digital dalam imbauan terkait perlindungan akun pesan instan, Selasa 21 Juli 2026.

Penipu biasanya menggunakan berbagai alasan agar korban mau menyerahkan kode tersebut. Setelah kode diberikan, akun berpotensi diambil alih.

2. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah
WhatsApp menyediakan fitur verifikasi dua langkah untuk memberikan lapisan keamanan tambahan pada akun.

Fitur ini dapat diaktifkan melalui menu pengaturan akun. Setelah aktif, pengguna akan diminta membuat PIN tambahan yang berbeda dari kode verifikasi SMS.

Dengan demikian, seseorang yang berhasil memperoleh kode verifikasi belum tentu dapat langsung mengakses akun tanpa mengetahui PIN tambahan tersebut.

Pengguna disarankan membuat PIN yang tidak mudah ditebak dan tidak menggunakan kombinasi angka yang terlalu sederhana.

3. Gunakan Kunci Sidik Jari atau Face Unlock
Keamanan akun tidak hanya berkaitan dengan akses dari perangkat lain. Ponsel yang tidak memiliki pengamanan juga bisa menjadi celah.

Jika smartphone mendukungnya, pengguna dapat mengaktifkan kunci aplikasi menggunakan sidik jari atau pengenalan wajah.

Fitur ini membantu mencegah orang lain membuka WhatsApp ketika ponsel sedang tidak berada di tangan pemiliknya.

Langkah tersebut sangat berguna terutama ketika perangkat sering digunakan atau berada di lingkungan yang memungkinkan orang lain meminjamnya.

4. Periksa Perangkat yang Terhubung
WhatsApp memungkinkan akun digunakan pada perangkat tambahan. Fitur ini memang praktis, tetapi pengguna tetap perlu memeriksa daftar perangkat yang terhubung secara berkala.

Jika terdapat perangkat yang tidak dikenali, segera keluarkan akses tersebut.

Kebiasaan memeriksa perangkat tertaut dapat membantu pengguna mengetahui apakah akunnya masih terhubung ke komputer atau perangkat lain yang pernah digunakan sebelumnya.

5. Waspadai Tautan dan File Mencurigakan
Tidak semua pesan yang masuk aman untuk dibuka. Tautan yang dikirim melalui chat dapat mengarahkan pengguna ke halaman palsu yang dirancang untuk mencuri data.

Jangan terburu-buru membuka tautan yang mengatasnamakan hadiah, undangan, bantuan, pekerjaan, atau pemberitahuan penting jika sumbernya tidak jelas.

Pengguna juga sebaiknya berhati-hati ketika menerima file dari nomor yang tidak dikenal. Rasa penasaran sering kali menjadi celah pertama bagi pelaku penipuan.

6. Jangan Mudah Percaya Pesan yang Mengatasnamakan Orang Terdekat
Modus penipuan melalui WhatsApp terus berkembang. Pelaku bisa menggunakan nomor baru dan mengaku sebagai teman, keluarga, rekan kerja, atau pihak tertentu.

Jika pesan berisi permintaan uang, kode, data pribadi, atau tindakan mendesak, lakukan verifikasi melalui saluran lain.

Menghubungi orang yang bersangkutan secara langsung dapat menjadi langkah sederhana untuk memastikan apakah pesan tersebut benar-benar berasal dari mereka.

Mengapa Keamanan WhatsApp Perlu Menjadi Perhatian?

Akun WhatsApp sering kali terhubung dengan berbagai aktivitas penting. Satu akun dapat berisi percakapan pekerjaan, dokumen, foto pribadi, hingga informasi yang tidak seharusnya diketahui orang lain.

Ketika akun diambil alih, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pemilik akun. Kontak yang tersimpan juga dapat menjadi sasaran pesan palsu atau penipuan.

Karena itu, keamanan digital sebaiknya tidak menunggu sampai terjadi masalah.

Mengaktifkan fitur keamanan dan berhati-hati saat menerima pesan dapat mengurangi risiko akun disalahgunakan.

Kebiasaan Sederhana yang Bisa Menyelamatkan Akun

Mengamankan WhatsApp sebenarnya tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit.

Pengguna cukup membiasakan diri untuk tidak membagikan kode verifikasi, mengaktifkan verifikasi dua langkah, memeriksa perangkat tertaut, serta tidak sembarangan membuka tautan.

Yang tidak kalah penting, jangan mudah panik ketika menerima pesan yang meminta tindakan segera.

Penipu sering memanfaatkan kepanikan agar korban tidak sempat berpikir panjang.

Dengan menjaga informasi penting dan memanfaatkan fitur keamanan yang tersedia, akun WhatsApp dapat terlindungi lebih baik dari risiko pembajakan dan penyalahgunaan. 

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar