Usia 40 Tahun adalah Titik Kritis: Kurangi Gula atau Bersiaplah Hadapi Diabetes, Jantung, dan Penuaan Dini
INFOSULAWESI.COM — Memasuki usia 40 tahun, banyak orang mulai menyadari bahwa tubuh tidak lagi bekerja seefisien saat masih berusia 20 atau 30 tahun. Berat badan lebih mudah naik, kadar kolesterol meningkat, tekanan darah mulai berubah, dan hasil pemeriksaan gula darah sering kali mulai menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.
Salah satu penyebab yang sering luput dari perhatian adalah konsumsi gula yang berlebihan. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa membatasi gula tambahan merupakan salah satu langkah paling efektif untuk menjaga kesehatan seiring bertambahnya usia.
Bukan berarti seseorang harus berhenti mengonsumsi gula sama sekali. Yang perlu dikurangi adalah gula tambahan atau added sugar yang banyak terdapat dalam minuman kemasan, makanan penutup, kue, camilan manis, hingga berbagai makanan olahan.
Lantas, mengapa setelah usia 40 tahun seseorang dianjurkan mulai lebih ketat mengontrol asupan gula?
Metabolisme Mulai Melambat
Seiring bertambahnya usia, laju metabolisme tubuh secara alami mengalami penurunan. Artinya, tubuh membutuhkan kalori lebih sedikit dibandingkan saat masih muda.
Jika pola makan tetap sama sementara aktivitas fisik berkurang, kelebihan kalori akan lebih mudah disimpan menjadi lemak.
Gula merupakan salah satu sumber kalori yang paling mudah dikonsumsi secara berlebihan karena banyak tersembunyi dalam makanan dan minuman sehari-hari. Akibatnya, berat badan meningkat tanpa disadari.
Kenaikan berat badan inilah yang kemudian menjadi pintu masuk berbagai penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2, hipertensi, hingga penyakit jantung.
Risiko Diabetes Tipe 2 Meningkat
Usia di atas 40 tahun merupakan salah satu faktor risiko berkembangnya diabetes tipe 2.