Usia 40 Tahun adalah Titik Kritis: Kurangi Gula atau Bersiaplah Hadapi Diabetes, Jantung, dan Penuaan Dini
Fungsi Otak Ikut Terpengaruh
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi gula dalam jangka panjang dapat berdampak terhadap fungsi otak.
Konsumsi gula berlebih berkaitan dengan meningkatnya risiko penurunan daya ingat, gangguan konsentrasi, hingga penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
Meski hubungan ini masih terus diteliti, para ahli sepakat bahwa pola makan sehat dengan membatasi gula memberikan manfaat bagi kesehatan otak.
Gula Banyak Tersembunyi di Makanan Sehari-hari
Masalahnya, gula tidak hanya berasal dari permen atau minuman bersoda.
Banyak makanan yang dianggap sehat ternyata mengandung gula tambahan cukup tinggi, seperti:
- Yogurt berperisa
- Sereal sarapan
- Roti kemasan
- Saus tomat
- Saus sambal
- Minuman kopi siap minum
- Minuman teh dalam kemasan
- Minuman energi
- Granola
- Biskuit
- Kue
- Es krim
Karena itu, membaca label kandungan gizi menjadi kebiasaan penting, terutama setelah memasuki usia 40 tahun.
Berapa Batas Konsumsi Gula yang Dianjurkan?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar konsumsi gula bebas (free sugar) dibatasi kurang dari 10 persen dari total kebutuhan energi harian.
WHO bahkan menyebut bahwa membatasi hingga sekitar 25 gram atau sekitar enam sendok teh gula per hari akan memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar.
Yang dimaksud gula bebas adalah gula yang ditambahkan ke makanan atau minuman, termasuk gula dalam sirup, madu, serta jus buah.
Sedangkan gula alami yang terdapat dalam buah utuh dan susu tidak termasuk dalam kategori tersebut.
Cara Mudah Mengurangi Gula Setelah Usia 40 Tahun
Mengurangi gula tidak harus dilakukan secara ekstrem. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten justru lebih mudah dipertahankan.