Saling Serang, Jet Tempur AS Bombardir Iran, Teheran Hantam Kuwait-Yordania

Jet tempur AS lepas landas dari kapal induk USS Abraham Lincoln saat perang melawan Iran berkecamuk (dok. via REUTERS/US Navy)

INFOSULAWESI.COM -- Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah kian membara memasuki malam ketujuh berturut-turut. Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan gelombang serangan udara baru terhadap posisi militer Iran pada Jumat (17/7/2026) malam. Tak tinggal diam, militer Iran langsung merespons dengan menghujani target-target militer AS yang berada di wilayah Kuwait dan Yordania dengan serangan balasan.

AS Intensifkan Serangan Udara dan Blokade Laut

Komando Pusat AS (CENTCOM), yang memegang kendali atas operasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, mengonfirmasi bahwa rentetan serangan terbaru ini sengaja dirancang untuk melumpuhkan kekuatan dan kapabilitas pertahanan Teheran.

Dalam melancarkan operasinya, AS mengerahkan berbagai alutsista mutakhir untuk menekan ruang gerak militer Iran secara masif dari berbagai lini.

“Komando Pusat AS (CENTCOM) menghantam lokasi pengintaian, infrastruktur logistik militer, fasilitas penyimpanan senjata bawah tanah, dan kemampuan maritim,” demikian pernyataan resmi CENTCOM yang dirilis melalui akun media sosial X dikutip melalui AFP.

“Pasukan AS mengerahkan pesawat tempur, drone, dan kapal-kapal perang, di samping aset-aset lainnya,” tambah CENTCOM.

Selain menghancurkan sejumlah infrastruktur strategis, Washington juga menegaskan komitmennya untuk terus mengisolasi Iran guna membatasi ruang logistik mereka.

“CENTCOM terus meminta pertanggungjawaban Iran sesuai arahan Panglima Tertinggi, sembari menegakkan blokade laut secara penuh terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran,” tegas CENTCOM dalam pernyataan tertulisnya.

Iran Balas Gempur Target Militer AS di Kuwait dan Yordania

Merespons tindakan agresif Washington, militer Iran segera mengambil tindakan balasan yang signifikan pada Sabtu (18/7/2026). Melalui laporan media pemerintah Teheran, pihak militer Iran mengumumkan bahwa mereka telah berhasil membidik dan menyerang sejumlah titik instalasi militer milik Amerika Serikat di negara tetangga, yakni Kuwait dan Yordania.

Di wilayah Kuwait, serangan balasan Iran menyasar beberapa titik vital pertahanan yang menampung tentara Amerika Serikat. Berdasarkan laporan resmi, pasukan Iran membidik sebuah gudang amunisi yang berada di kamp militer Al-Adiri.

Tidak hanya itu, serangan rudal Iran juga menyasar bangunan markas utama serta depot amunisi di Pangkalan Ali Al-Salem, ditambah dengan beberapa fasilitas komunikasi penting yang berada di dalam kompleks militer tersebut.

Sementara itu di Yordania, media pemerintah Iran melaporkan bahwa unit pasukannya berhasil menargetkan sebuah tangki penyimpanan bahan bakar strategis yang terletak di pangkalan udara Al-Azraq.

Respons Negara Kawasan dan Aktivasi Sirene Bahaya

Situasi saling serang ini memicu kepanikan dan kesiapsiagaan tinggi di sejumlah negara Teluk. Militer Kuwait langsung memberikan respons cepat melalui pernyataan resmi mereka demi meredam keresahan warga setelah terdengarnya suara-suara ledakan keras.

Militer Kuwait melaporkan via media sosial X bahwa rentetan suara ledakan yang mungkin terdengar di negara itu merupakan imbas dari aktivitas “sistem pertahanan udara yang mencegat target-target bermusuhan”. Kendati demikian, otoritas militer Kuwait memilih untuk tidak merinci maupun menyebutkan secara eksplisit mengenai asal-usul dari sumber serangan udara yang berhasil dicegat tersebut.

Di sisi lain, ketegangan juga menjalar hingga ke wilayah Bahrain. Sirene peringatan serangan udara dilaporkan sempat diaktifkan dan meraung-raung di wilayah tersebut. Bahrain sendiri merupakan wilayah krusial bagi militer Washington karena menjadi lokasi dari pangkalan angkatan laut utama milik Amerika Serikat di Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar