Trump AS Tunda Agresi Militer ke Iran, Stok Rudal Patriot Habis

Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

INFOSULAWESI.COM -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menunda rencana memperluas operasi militer terhadap Iran setelah muncul kekhawatiran mengenai kesiapan persenjataan pertahanan udara Amerika Serikat.

Langkah tersebut disebut berkaitan dengan menipisnya cadangan rudal pencegat yang dibutuhkan untuk menghadapi potensi ancaman di kawasan Timur Tengah.

Informasi mengenai perubahan sikap Gedung Putih itu pertama kali diungkap media AS, yang mengutip sejumlah sumber yang mengetahui pembahasan internal pemerintahan AS.

Menurut laporan tersebut, keputusan diambil setelah serangkaian evaluasi keamanan dan perhitungan dampak strategis dari konflik yang terus berkembang.

Sebelumnya, militer Amerika Serikat disebut telah menyiapkan berbagai opsi operasi lanjutan terhadap Iran, meski hingga saat itu belum ada instruksi resmi dari Presiden Trump untuk melaksanakan serangan baru dalam skala lebih besar.

Serangan Baru Disebut Dihentikan Sementara

Laporan menyebut Trump memutuskan menghentikan gelombang serangan tambahan terhadap Iran sejak Jumat (25/7/2026), mengakhiri rangkaian operasi militer yang berlangsung selama hampir dua pekan.

Keputusan tersebut bukan semata-mata mempertimbangkan aspek militer, tetapi juga memperhitungkan konsekuensi geopolitik apabila konflik terus meluas.

Sejumlah pejabat pertahanan dikabarkan menyampaikan bahwa penggunaan sistem pertahanan udara secara intensif berpotensi mengurangi stok rudal pencegat yang selama ini menjadi tulang punggung perlindungan pasukan dan pangkalan militer Amerika di kawasan.

Pentagon Khawatir Cadangan Rudal Menipis

Dalam pembahasan internal pemerintahan, perhatian utama disebut tertuju pada ketersediaan rudal pertahanan udara, termasuk sistem Patriot, yang memiliki peran penting dalam menghadapi ancaman rudal dan pesawat tanpa awak.

Para pejabat pertahanan menilai eskalasi serangan dalam jangka panjang dapat mempercepat pengurangan persediaan amunisi strategis yang dibutuhkan untuk menjaga kesiapan militer Amerika Serikat di berbagai wilayah.

Salah satu sumber menyebut evaluasi tersebut menjadi faktor penting sebelum pemerintah memutuskan langkah berikutnya.

1 2

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar