Luwu Utara --- Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Kabupaten Luwu Utara berlangsung meriah. Ratusan guru yang tergabung dalam organisasi profesi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) hadir memeriahkan upacara yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Luwu Utara, Selasa (25/11/2025).
Para guru hadir dengan mengenakan pakaian adat Nusantara. Demikian pula dengan para pejabat yang hadir yang juga kompak dengan pakaian adat masing-masing. Termasuk Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, yang hadir sebagai inspektur upacara (irup), juga terlihat gagah dengan balutan busana adat Nusantara berwarna ungu.
Selain para guru, para ASN dari Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Utara juga hadir dengan mengenakan seragam Korpri. Upacara yang dimulai pada pukul 08.30 ini berjalan penuh khidmat. Meski cuaca pagi terasa cukup panas, tetapi para peserta upacara terlihat penuh semangat mengikuti jalannya upacara HGN 2025.
Bupati Andi Rahim dalam pidato seragam Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah mengatakan bahwa tugas guru di era digital dan dunia global seperti saat ini dirasa makin berat. Di mana guru diperhadapkan pada tantangan kehidupan yang makin hedonis dan materialistis.
Tak hanya itu, para guru juga dihadapkan pada tantangan sosial, budaya, moral, politik, tuntutan masyarakat yang makin tinggi, serta apresiasi yang rendah, sehingga sebagian guru mengalami tekanan material, sosial, dan mental. Termasuk berhadapan dengan aparatur penegak hukum.
“Kondisi ini harus diakhiri. Guru harus tampil lebih percaya diri dan berwibawa di hadapan para muridnya,” tegas Andi Abdullah Rahim saat membacakan sambutan seragam Mendikdasmen.
Dikatakannya, untuk melindungi para guru dari berbagai macam persoalan hukum, berbagai cara akan dilakukan. Termasuk melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia, terkait dengan penyelesaian kasus melaui restorative justice.
“Salah satu isi kesepahaman nanti antara lain adalah penyelesaian damai (restorative justice) bagi guru yang bermasalah dengan murid, orang tua, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam hal yang berkaitan dengan tugas mendidik,” terangnya.
Lebih jauh Bupati Andi Rahim menambahkan bahwa guru merupakan agen pembelajaran dan peradaban. Di mana guru mengemban misi mulia dan tugas profetik mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun nalar kritis, hati yang jernih, serta akhlak yang mulia.
“Kehadiran guru sebagai agen peradaban makin diperlukan di tengah kompleksitas permasalahan murid seperti masalah akademik, sosial, moral, spiritual, ketergantungan terhadap gawai, judi daring, kesulitan ekonomi, keharmonisan dalam keluarga, dan sebagainya,” jelasnya.
“Kehadiran guru saat ini makin diperlukan oleh murid, baik di dalam maupun di luar kelas, sebagai figur yang inspiratif, teladan, digugu dan ditiru, orang tua, mentor, motivator, serta sahabat dalam suka dan duka,” pungkasnya. (LHr)

