Logo

Rabat Beton Jalan Loyang, Desa Kapoya, Minsel Disambut Gembira Warga

INFOSULAWESI.com, MINAHASA SELATAN -- Dalam meningkatkan kelancaran akses masyarakat untuk menunjang perekonomian di Desa Kapoya Kecamatan Suluun-Tareran Kabupaten Minahasa Selatan, Pemerintah Desa (Pemdes) Kapoya menggenjot pembangunan infrastruktur disetiap pelosok terus dilakukan, Senin (13 Juni 2022).

Berbagai pembangunan yang dibiayai oleh program Dana Desa (DD), yang pemberdayaan nya yang selalu mengutamakan masyarakat desa tersebut, Pemdes Kapoya melakukan pembangunan fisik seperti rabat beton dengan lebar 3 meter di jalan loyang yang merupakan akses jalan desa menuju perkebunan warga dan Bak Penampungan Air Bersih (Pamsimas) dengan volume jalan sepanjang 150 meter dengan anggaran Rp. 109.164.000,- dan waktu pekerjaan selama 30 hari kalender dari awal peletakan batu pertama yang di doakan oleh Pendeta Alfrin Manongga, S.Th.

Menurut Sekdes Lifa Tololiu, "Rabat beton ini bertujuan agar nantinya akan berfungsi untuk mempermudah akses jalan warga untuk pertanian/perkebunan dan memperlancar aktivitas warga. Karena di mana kendaraan roda dua dan roda empat bisa melewatinya. Setelah akses jalannya membaik, maka aktivitas warga pun menjadi lancar. Sebab, akses jalan menjadi faktor penting dalam distribusi hasil perkebunan dan menjadi urat nadi perekonomian masyarakat di Desa Kapoya.

286043303_3261707664149249_7984384752035217183_n

Karena segala aktivitas masyarakat dalam sektor ekonomi itu tentu membutuhkan pembangunan infrastruktur yang memadai. Salah satunya yakni akses jalan. Keberadaan jalan desa dan jalan keperkebunan yang layak tentu akan berdampak pada kelancaran transportasi dan perekonomian khususnya warga desa Kapoya dan masyarakat pada umumnya," Ungkap Sekdes Lifa.

"Rabat beton tersebut terang saja disambut gembira warga. Salah satu Tokoh Masyarakat Desa Kapoya, Jenny Regar (61), menyambut baik rabat beton tersebut. Menurut dia, selama ini jalan tersebut menjadi kendala jika hujan turun untuk membawa atau menjual hasil panen. Dengan adanya pembangunan rabat beton ini mempermudah warga karena sudah bisa dilalui dengan kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga semakin dekat dan tidak butuh waktu lama untuk menjual hasil tani.

“Tentu saja kami sangat gembira jalan ini dibangun oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Kapoya. Ini merupakan bentuk perhatian bagi para warga maupun petani karena jalan ini sangat penting dan sudah rusak

Pihaknya berharap, dengan dibangunnya jalan usaha tani ini, akses perekonomian masyarakat desa semakin mudah dan bisa membawa kemajuan perekonomian desa," Ucap Jenny Regar.

Terpisah, Pjs. Hukumtua Kapoya, membenarkan selama ini akses jalan yang rusak menjadi kendala dan turut andil terhadap tingginya biaya produksi perkebunan/pertanian.

286741391_558558055643173_1685205928191862321_n

Pembangunan jalan usaha tani ini cukup penting mengingat jalan ini merupakan akses perekonomian dan pertanian warga sekitar. Vitalnya kebutuhan akses jalan ini kemudian ditindaklanjuti dengan pembangunan rabat beton dari peletakan batu pertama sampai finishing, dengan memanfaatkan dana desa. Tujuannya yakni ketersediaan infrastruktur jalan terutama membuka jalan usaha tani yang menjadi prioritas utama dan lokasi juga menuju tempat penampungan air bersih (Pamsimas).

“Dari 238 KK yang ada di Desa Kapoya sebagian besar menggantungkan hidupnya di sektor pertanian/perkebunan sehingga kebutuhan akses jalan usaha tani menjadi perioritas,” jelas dia.

Terkait rencana pembangunan jalan usaha tani ini, menurutnya merupakan wacana tahun lalu. Namun tahun ini rencana tersebut dilanjutkan lagi dan dibuat rabat beton sehingga bisa terealisasi. Rabat beton tersebut dibuat sepanjang 150 meter dengan lebar jalan 3 meter dengan ketebalan 10 cm. Untuk pembangunan jalan rabat beton ini setidaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp 109.164.000,-, dan bisa selesai dengan waktu yang di rencanakan," Jelas Pjs. Hukumtua Osty Koyo.

Kegiatan pekerjaan rabat beton ini di ketuai oleh Jufry Waney, Sekretaris Romel Londa, PKPKD Hukumtua Osty Only Koyo dan PPKD Sekdes Lifa Tololiu, serta melibatkan perangkat desa dan masyarakat. (kenzi/IS)